Pernah sadar ada lubang di gigi tapi anehnya sama sekali nggak terasa sakit? Kondisi seperti ini cukup sering bikin bingung. Gigi berlubang tapi tidak sakit, apakah harus ditambal? Jawabannya tergantung dari seberapa dalam lubang dan kondisi gigi tersebut.
Jangan karena nggak sakit lalu menganggap giginya aman-aman saja. Gigi berlubang pada tahap awal memang bisa belum menimbulkan rasa sakit. Kalau dibiarkan kerusakannya bisa semakin dalam dan akhirnya baru terasa ketika sudah mengganggu bagian dalam gigi.
Kenapa Gigi Berlubang Tapi Tidak Sakit?
Gigi berlubang tidak selalu langsung terasa sakit. Saat kerusakan masih berada di bagian luar gigi dan belum mendekati jaringan yang lebih dalam, seseorang bisa saja tidak merasakan keluhan apa pun.
Itulah kenapa ada orang yang baru tahu punya gigi berlubang ketika melihatnya sendiri atau saat pemeriksaan ke dokter gigi. Jadi gigi berlubang tanpa rasa sakit tetap perlu diperhatikan meskipun aktivitas makan dan minum masih terasa normal.
Gigi Berlubang Tapi Tidak Sakit, Apakah Harus Ditambal?
Belum tentu semua gigi berlubang langsung harus ditambal. Dokter akan melihat bentuk dan kedalaman kerusakan terlebih dahulu. Lubang yang sudah membentuk kerusakan pada struktur gigi biasanya membutuhkan perawatan restoratif, salah satunya tambal gigi.
Sementara itu kerusakan yang masih sangat awal dan belum membentuk lubang bisa saja ditangani dengan cara lain seperti perawatan fluoride atau langkah untuk menghentikan perkembangan kerusakan. Jadi keputusan apakah gigi berlubang harus ditambal sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dokter gigi.
Apa yang Terjadi Kalau Gigi Berlubang Dibiarkan?
Masalahnya, lubang pada gigi tidak selalu berhenti dengan sendirinya. Kalau penyebabnya masih ada seperti plak dan kebiasaan sering mengonsumsi makanan atau minuman manis, kerusakan bisa terus berkembang.
Awalnya mungkin cuma terlihat titik atau lubang kecil. Lama-kelamaan lubangnya bisa semakin besar dan masuk lebih dalam. Jika tidak ditangani, kerusakan gigi dapat berkembang menjadi infeksi dan bahkan abses gigi. Ketika kerusakan sudah mendekati bagian dalam gigi, rasa ngilu atau sakit bisa mulai muncul. Jika kerusakan sudah mencapai saraf gigi, perawatan yang diperlukan akan menjadi lebih kompleks.
Apakah Gigi Berlubang Kecil Harus Ditambal?
Kalau lubangnya masih kecil, bukan berarti bisa langsung diabaikan. Justru pemeriksaan lebih awal bisa membantu dokter mengetahui apakah kerusakan tersebut masih bisa dikontrol tanpa tindakan tambal atau memang sudah membutuhkan tambalan.
Untuk beberapa jenis lesi karies yang belum membentuk lubang besar, ada pilihan perawatan nonrestoratif. Dokter bisa mempertimbangkan kondisi gigi, lokasi kerusakan, dan risiko karies sebelum menentukan perawatannya.
Ciri-Ciri Gigi Berlubang yang Perlu Diperiksa
Salah satu tanda yang mudah terlihat adalah adanya bagian gigi yang berubah warna atau terlihat seperti memiliki lubang. Makanan juga bisa lebih sering nyangkut di bagian tersebut saat makan.
Kalau mulai muncul ngilu ketika minum dingin atau panas, sakit saat menggigit, gusi di sekitar gigi membengkak, atau rasa sakit muncul tiba-tiba, jangan ditunda untuk periksa. Keluhan seperti ini bisa menunjukkan bahwa masalah pada gigi sudah berkembang lebih jauh.
Bagaimana Dokter Menentukan Perlu Tambal atau Tidak?
Dokter gigi akan melihat kondisi gigi secara langsung. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui seberapa luas dan dalam kerusakan yang terjadi. Dalam kondisi tertentu, dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan tambahan seperti rontgen untuk melihat bagian gigi yang tidak terlihat dari luar.
Setelah itu dokter akan menentukan perawatan yang sesuai. Bisa berupa pemantauan, perawatan fluoride, tambal gigi, atau tindakan lain jika kerusakannya sudah lebih dalam. Jadi jangan langsung menganggap semua gigi berlubang harus mendapatkan jenis perawatan yang sama.
Kenapa Tambal Gigi Bisa Lebih Baik Dilakukan Lebih Awal?
Kalau gigi memang sudah membutuhkan tambalan, menanganinya lebih awal bisa membantu mempertahankan struktur gigi yang masih sehat. Tambal gigi bertujuan mengembalikan bentuk dan fungsi gigi yang sudah mengalami kerusakan.
Selain itu semakin parah kerusakannya, pilihan perawatannya juga bisa menjadi lebih kompleks. Pada kerusakan yang sudah melibatkan bagian dalam gigi, misalnya dokter mungkin perlu melakukan perawatan saluran akar atau tindakan lain.
Apakah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri?
Kalau sudah ada lubang yang terbentuk pada struktur gigi, jangan berharap lubang tersebut kembali tertutup sendiri seperti semula. Yang bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan bertambah parah dan mendapatkan perawatan yang sesuai.
Namun kondisi karies yang masih sangat awal berbeda dengan lubang yang sudah terbentuk. Pada tahap awal tertentu, dokter dapat mempertimbangkan perawatan nonrestoratif untuk membantu menghentikan atau mengendalikan perkembangan karies.
Cara Mencegah Gigi Berlubang Makin Parah
Sambil menunggu pemeriksaan, tetap jaga kebersihan gigi. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan jangan lupa membersihkan sela-sela gigi supaya sisa makanan tidak terus menumpuk.
Kebiasaan makan juga perlu diperhatikan. Coba kurangi terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula dan tetap lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Perawatan lebih awal biasanya jauh lebih mudah daripada menunggu sampai gigi mulai sakit.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Kalau kamu menemukan lubang pada gigi, sebenarnya nggak perlu menunggu sampai sakit untuk memeriksakannya. Pemeriksaan lebih awal bisa membantu mengetahui kondisi gigi sebelum kerusakannya semakin jauh.
Apalagi kalau lubang sudah terlihat besar, makanan sering tersangkut, gigi mulai ngilu, gusi bengkak, atau muncul sakit saat mengunyah. Segera periksa supaya dokter bisa menentukan perawatan gigi berlubang yang paling sesuai.
Kesimpulan
Jadi gigi berlubang tapi tidak sakit, apakah harus ditambal? Tidak selalu. Perawatannya tergantung pada tingkat kerusakan gigi. Lubang yang sudah terbentuk bisa membutuhkan tambalan sedangkan kerusakan yang masih sangat awal mungkin dapat ditangani dengan perawatan lain.
Yang paling penting jangan menjadikan tidak adanya rasa sakit sebagai tanda bahwa gigi baik-baik saja. Kalau sudah melihat ada lubang lebih baik periksa ke dokter gigi supaya kondisinya bisa diketahui sejak awal dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.